Get Gifs at CodemySpace.com

Selasa, 14 Juni 2011

ArTi WArNA






Dalam feng shui, warna adalah getaran. Getaran itu selalu kita respon, secara sadar maupun tidak. Warna memengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood. Warna yang kita kenakan sehari-hari memengaruhi pandangan orang lain terhadap kita. Berikut ini sejumlah karakter warna menurut feng shui:

Merah

Sifat merah memberi stimulasi dan dominan. Erat kaitannya dengan sifat hangat serta kemakmuran, tetapi juga menggambarkan kemarahan, malu dan kebencian. Untuk ruangan, merah mengurangi ukuran, tetapi memperbesar ukuran objek. Warna ini bagus sebagai aksen.

Tak cocok: ruang makan, kamar tidur anak-anak, dapur, dan ruang kerja.

Kuning
Erat dengan pencerahan dan intelektualitas. Sifatnya menstimulasi otak dan membantu pencernaan. Sifat positifnya adalah optimisme, akal, dan ketegasan. Sifat negatifnya, berlebihan dan kekakuan.

Cocok: pintu masuk rumah dan dapur.

Tak cocok: ruang meditasi dan kamar mandi.

Hijau
Simbol pertumbuhan, kesuburan, dan harmoni. Hijau adalah warna menenangkan dan menyegarkan. Sifat positifnya, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan. Sifat negatifnya, iri hati dan kebohongan.

Cocok: ruang terapi dan kamar mandi.

Tak cocok: ruang keluarga, ruang bermain, dan ruang belajar.

Biru
Damai dan menyejukkan. Biru juga terkait dengan spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran. Asosiasi positifnya, rasa percaya dan stabilitas. Sifat negatifnya, curiga dan melankolis. Biru memberi kesan luas pada ruangan.

Cocok: ruang meditasi, ruang tidur, dan ruang terapi.

Tak cocok: ruang keluarga, ruang makan, dan ruang kerja.

Putih

Simbol awal baru, kemurnian dan kesucian. Kualitas positifnya, bersih dan segar. Sifat negatifnya, dingin dan tanpa kehidupan.

Cocok: kamar mandi dan dapur.

Tak cocok: kamar anak-anak dan ruang makan.

Hitam
Misterius dan independen adalah sifat hitam. Positifnya, daya tarik dan kekuatan. Sifat negatinya, kematian, kegelapan, dan kuasa jahat.

Cocok: kamar remaja dan kamar tidur.

Tak cocok: kamar kerja, kamar anak-anak, dan ruang keluarga.

Cokelat
Warna cokelat menggambarkan stabilitas dan bobot. Sifat positifnya kestabilan dan keanggunan, sedangkan sifat negatifnya depresi dan penuaan.

Cocok: kamar kerja

Tak cocok: kamar tidur.




Sumber: Gaya Hidup Sehat


Senin, 13 Juni 2011

MaKalAH BahASA Arab


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Susunan kata atau kalimat yang terdiri dari musnad ilaih (pokok kalimat) dan musnad (predikat) terdiri dari dua macam yaitu :
1.      الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
Pengertian dari الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ adalah susunan yang terdiri dari فِعْلٌ (predikat) dan فَاعِلٌ (pokok kalimat)  فِعْلٌyang menjadi predikat dalam الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ dapat berupa fi’il madli, mudhari’, amr, shohih, mu’tal, mujarrat, mazid, lazim, muta’ addi, mu’rab, mabni, ma’lum, majhul.
2.      جُمْلَةُ ألإِسْمِيَةِ
Pengertian dari جُمْلَةُ ألإِسْمِيَةِ  adalah susunan yang terdiri dari mubtada (musnad ilaih atau pokok kalimat) dan khabar (musnad atau predikat).
                        Yang akan dibahas lebih lanjut dalam makalah ini adalah tentang  الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana struktur susunan الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ?
2.      Bagaimana contoh الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ?
3.      Bagaimana kaidah الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ?

C.    TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui bagaimana struktur susunan الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
2.      Untuk mengetahui contoh الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
3.      Untuk megetahui kaidah الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
Definisi : Jumlah Fi’liyah adalah kalimat yang tersusun dari fi’il (kata kerja) dan fa’il (subyek) atau tersusun dari fi’il (kata kerja) dan naibul fa’il (obyek sebagai pengganti subyek).[1] Atau dengan kata lain jumlah fi’liyyah ialah semua kalimat yang didahului oleh fi’il dipermulaan maupun diikuti ditengah kalimat.
فَاعِلٌ adalah isim yang dii’rab rafa’ yang jatuh sesudah fi’il ma’lum dan menunjuk kepada orang yang melakukan perbuatan atau sesuatu yang bersifat dengan perbuatan.
Fi’il adalah kata kerja . dalam bahasa arab terdapat tiga bentuk kata kerja yakni kata kerja lampau ((مّا ضىkata kerja sekarang(مضا ر ع),dan kata kerja yang akan datang(مستقبل).

B.     Contoh- Contoh الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
·         أَلْوَلَدُيَلعَبُ             (Anak itu sedang bermain)
·         اَلْاَوْلاَدُيَلْعَبُوْنَ        (Anak-anak itu sedang bermain)
Pada contoh yang pertama merupakan contoh jumlah fi’liyah. Meskipun pada contoh yang kedua kalimat semuanya adalah jumlah ismiyah akan tetapi fi’il pada kata يَلْعَبُوْنَ disebut jumlah ismiyyah dan menjadi khabar Mubtada’.[2]
1.      Contoh dengan menggunakan فِعِلْ مَا ضِى
·         أَحْمَدُ كَتَبَ الدَّرْسَ         ( akhmad telah menulis pelajaran)
·          فَا طِيْمَةُ كَتَبَتْ الدَّرْسَ    (Fatimah telah menulis pelajaran)