Get Gifs at CodemySpace.com

Senin, 13 Juni 2011

MaKalAH BahASA Arab


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Susunan kata atau kalimat yang terdiri dari musnad ilaih (pokok kalimat) dan musnad (predikat) terdiri dari dua macam yaitu :
1.      الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
Pengertian dari الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ adalah susunan yang terdiri dari فِعْلٌ (predikat) dan فَاعِلٌ (pokok kalimat)  فِعْلٌyang menjadi predikat dalam الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ dapat berupa fi’il madli, mudhari’, amr, shohih, mu’tal, mujarrat, mazid, lazim, muta’ addi, mu’rab, mabni, ma’lum, majhul.
2.      جُمْلَةُ ألإِسْمِيَةِ
Pengertian dari جُمْلَةُ ألإِسْمِيَةِ  adalah susunan yang terdiri dari mubtada (musnad ilaih atau pokok kalimat) dan khabar (musnad atau predikat).
                        Yang akan dibahas lebih lanjut dalam makalah ini adalah tentang  الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana struktur susunan الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ?
2.      Bagaimana contoh الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ?
3.      Bagaimana kaidah الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ?

C.    TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui bagaimana struktur susunan الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
2.      Untuk mengetahui contoh الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
3.      Untuk megetahui kaidah الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
Definisi : Jumlah Fi’liyah adalah kalimat yang tersusun dari fi’il (kata kerja) dan fa’il (subyek) atau tersusun dari fi’il (kata kerja) dan naibul fa’il (obyek sebagai pengganti subyek).[1] Atau dengan kata lain jumlah fi’liyyah ialah semua kalimat yang didahului oleh fi’il dipermulaan maupun diikuti ditengah kalimat.
فَاعِلٌ adalah isim yang dii’rab rafa’ yang jatuh sesudah fi’il ma’lum dan menunjuk kepada orang yang melakukan perbuatan atau sesuatu yang bersifat dengan perbuatan.
Fi’il adalah kata kerja . dalam bahasa arab terdapat tiga bentuk kata kerja yakni kata kerja lampau ((مّا ضىkata kerja sekarang(مضا ر ع),dan kata kerja yang akan datang(مستقبل).

B.     Contoh- Contoh الْفِعْلِيةِ جُمْلَةُ
·         أَلْوَلَدُيَلعَبُ             (Anak itu sedang bermain)
·         اَلْاَوْلاَدُيَلْعَبُوْنَ        (Anak-anak itu sedang bermain)
Pada contoh yang pertama merupakan contoh jumlah fi’liyah. Meskipun pada contoh yang kedua kalimat semuanya adalah jumlah ismiyah akan tetapi fi’il pada kata يَلْعَبُوْنَ disebut jumlah ismiyyah dan menjadi khabar Mubtada’.[2]
1.      Contoh dengan menggunakan فِعِلْ مَا ضِى
·         أَحْمَدُ كَتَبَ الدَّرْسَ         ( akhmad telah menulis pelajaran)
·          فَا طِيْمَةُ كَتَبَتْ الدَّرْسَ    (Fatimah telah menulis pelajaran)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar